ingatkah kamu, akan ke egoisan kita masing-masing. ketika dahulu kamu berjalan begitu saja dihadapan ku, mengabaikan senyum dan tatapanku. namun hanya angin yg membawa aroma tubuhmu, singgah dalam langkahku, meskipun sejenak. aku sangat ingat saat itu.. hidup dalam budaya timur membuat ku sangat malu, jika mengulang masa lalu, dengan sadar akulah yg pertama memulai tatapan itu. akulah yg menanam benih asmara dihatimu. sedangkan aku adalah hawa, harusnya adam-lah yang memulai, namun budaya timur tertinggal satu langkah dengan rasa yg menggebu itu terhadap mu.
mungkin sebagian memandang rasa itu sebagai gambaran wanita murahan, akan tetapi aku hanya belajar untuk tidak menjadi wanita yg munafik, terutama munafik trhadap perasaan ku sndiri. yg mungkin bagiku kemunafikan itu lbih tidak ada harganya. aku belajar untuk merajut kasih dalam angan untuk bisa bersama mu, aku sadar mungkin aku bukan lah tipe mu, tidak cantik, tidak pandai, tidak cerdas, lebih tepatnya tidak ada yg dibanggakan. dengan semua kekurangan yg aku miliki, aku berusaha menanam cinta untuk mu dalam waktu yg tidak sebentar.
enam bulan, waktu yg ku perlukan untuk memanen rasa cinta dihatimu. selama itu hampir tiap hari kau buat ku menangis, rasanya letih dan muak ketika kau mengangkatku tinggi dan menjatuhkan ku begitu saja, namun aku sabar. krn bagiku yg terpenting bukan hasil tapi proses aku dalam mencintaimu tanpa rasa egois. enam bulan, waktu mengajarkan akan tulus dan sabar. aku hanya percaya bahwa didunia ini tak ada yg sia-sia. termasuk perasaan ku terhadapmu.
semua kemungkinan yg menyakitkan bagiku untuk mu telah ku perhitungkan, dan aku pun telah mempersiapkan diri ini agar tidak terlalu sakit nantinya. aku berusaha mengatasi semuany, hingga dalam sujudku, ada namamu terukir jelas dihatiku, ada wajahmu disetiap tangis istikharahku. dan kini kamu adalah jawabn dalam setiap pengharapanku.
kini, kamu merasakan rasa yg sama. bahkan rasa yang kau miliki lebih dari yang aku mulai. sekarang aku sudah memanen buah dari rasa itu, hingga tak terhingga. karena kau ternyata mengharapkan ku pula. karena kau ternyata lebih menyayangiku dari yg aku pikirkan tentangmu. karena kamu aku merasakan rasa yg luar biasa itu. karena kamu aku beratahan dalam rasa yg semakin dalam ini. akan tetapi semakin besar rasa sayangku kepadamu. aku semakin takut. aku takut cintaku kepada Allah berkurang karna kehadiranmu. aku takut dalam ibadahku yg kulihat dirimu. aku takut jauh dari Allah karna perasaan yg Dia ciptakan. begitupun sbaliknya, aku takut menghalangimu dalam menuai pahala dari-Nya.
maafkan aku..
aku brharap jika anugrah atas rasa ini tetap bisa ku miliki, maka semoga kehadiranmu adalah pembawa cahaya bagiku, dan bisa membuat aku dan kamu semakin mencintai Allah dan rasul-Nya. aku ingin rasa ini bisa mendapat Ridho dari yang Menciptakannya.
*sayangkamu 15 April 2011
mungkin sebagian memandang rasa itu sebagai gambaran wanita murahan, akan tetapi aku hanya belajar untuk tidak menjadi wanita yg munafik, terutama munafik trhadap perasaan ku sndiri. yg mungkin bagiku kemunafikan itu lbih tidak ada harganya. aku belajar untuk merajut kasih dalam angan untuk bisa bersama mu, aku sadar mungkin aku bukan lah tipe mu, tidak cantik, tidak pandai, tidak cerdas, lebih tepatnya tidak ada yg dibanggakan. dengan semua kekurangan yg aku miliki, aku berusaha menanam cinta untuk mu dalam waktu yg tidak sebentar.
enam bulan, waktu yg ku perlukan untuk memanen rasa cinta dihatimu. selama itu hampir tiap hari kau buat ku menangis, rasanya letih dan muak ketika kau mengangkatku tinggi dan menjatuhkan ku begitu saja, namun aku sabar. krn bagiku yg terpenting bukan hasil tapi proses aku dalam mencintaimu tanpa rasa egois. enam bulan, waktu mengajarkan akan tulus dan sabar. aku hanya percaya bahwa didunia ini tak ada yg sia-sia. termasuk perasaan ku terhadapmu.
semua kemungkinan yg menyakitkan bagiku untuk mu telah ku perhitungkan, dan aku pun telah mempersiapkan diri ini agar tidak terlalu sakit nantinya. aku berusaha mengatasi semuany, hingga dalam sujudku, ada namamu terukir jelas dihatiku, ada wajahmu disetiap tangis istikharahku. dan kini kamu adalah jawabn dalam setiap pengharapanku.
kini, kamu merasakan rasa yg sama. bahkan rasa yang kau miliki lebih dari yang aku mulai. sekarang aku sudah memanen buah dari rasa itu, hingga tak terhingga. karena kau ternyata mengharapkan ku pula. karena kau ternyata lebih menyayangiku dari yg aku pikirkan tentangmu. karena kamu aku merasakan rasa yg luar biasa itu. karena kamu aku beratahan dalam rasa yg semakin dalam ini. akan tetapi semakin besar rasa sayangku kepadamu. aku semakin takut. aku takut cintaku kepada Allah berkurang karna kehadiranmu. aku takut dalam ibadahku yg kulihat dirimu. aku takut jauh dari Allah karna perasaan yg Dia ciptakan. begitupun sbaliknya, aku takut menghalangimu dalam menuai pahala dari-Nya.
maafkan aku..
aku brharap jika anugrah atas rasa ini tetap bisa ku miliki, maka semoga kehadiranmu adalah pembawa cahaya bagiku, dan bisa membuat aku dan kamu semakin mencintai Allah dan rasul-Nya. aku ingin rasa ini bisa mendapat Ridho dari yang Menciptakannya.
*sayangkamu 15 April 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar