Selasa, 24 Januari 2012

nilai dan uang, sama !

Nama  : Sinta Septiana

NPM   : 1012011278

Fak      : Hukum
Perkembangan peran Uang menimbulkan keadaan di mana dalam masyarakat ada orang yang banyak uangnya yang disebut orang kaya. Dengan kekayaan uang orang dapat membeli aneka keperluan yang meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Penjualan berkembang menjadi Perdagangan yang makin banyak meliputi bagian Umat Manusia. Uang mulai berpengaruh terhadap kehidupan Manusia. Bahkan kini uang seakan menjadi segi penilaian atas status manusia, sedangkan dimata Tuhan kita semua sama. atas kecerdasan manusia, dimana seberapa banyak uang yang kita berikan pada guru atau dosen akn membuat nilai kita E menjadi A++. berbicara dengan uang, salah dan benar itu beda tipis.

akan tetapi disini saya akan membahas bagaimana ironi permasalahan pendidikan negeri kita. yang berprioritas pada uang dan sebagian besar pendidikan pula lah yang mengajarkan generasi muda untuk berkorupsi.

saya mahasiswa fakultas hukum yang kini sedang duduk dibangku semester 3 dan beberapa minggu lagi saya akan jadi mahasiswa yang ada disemester 4. di saat ini kami mahasiswa sedang ada dalam minggu tenang alias libur, akan tetapi dengan perasaan was-was dan ngga tenang berkecambuk dalam hati kami. bagaimana tidak, nilai akan pelajaran yang kami ambil selama 6bulan terakhir akan keluar.

mungkin tidaklah heran bagi kami, bahwa hanya anak dosenlah yang akan santai dalam menghadapi liburannya, sebab jabatan orang tuanya yang ada di fakultas yang sama dengan anaknya pastinya akan mempengaruhi nilai anak itu juga.
pelajaran 1, dosen mengajarkan kami Nepotisme !

selain itu, para mahasiswa yang nilainya seperti kunci nada C,D,dan E. siap2 ngumpulin uang sebanyak mungkin supaya ada bekal ketika menghadap dosen yang memanggilnya.
"kalau nilai kamu mau berubah, kamu punyanya berapa?" ujar seorang dosen
pelajaran 2, dosen mengajarkan kami Korupsi !

dan para mahasiswa yang awam ini, demi nilai pasti akan melakukannya alias memberi "uang tip" karena bagi sebagian orang tua NILAI yang TINGGI menandakan ANAK2nya PINTAR, dan hal itu MEMBANGGAKAN orang tua.
pelajaran 3, orang tua mengajarkan kami tidak jujur! karena membuat kami takut.

sedangkan para orang tua tidak tau dari mana si anak itu mendapat nilai, sedangkan di fakultas saya marak adanya "JOKI Tugas" bahkan di fakultas lain ada yang namanya "JOKI Ujian" dimana tugas makalah atau resume bisa beres dengan UANG ! akhirnya uang lagi !

berawal dari ucapan orang tua kita yang mungkin bisa saya katakan kuno, yaitu disaat kita ingin sekolah orang tua kita pasti bilang "belajar yang pinter biar jd orang sukses." atau apabila nilai kita jelek, selalu terlontar ucapan "Bodoh kamu ni, gimana mau jadi ORANG kalau nilai kamu segini!"
orang tua membuat kami takut ! terkadang orang tua memaksa kami untuk melakukan apa yang tidak kami inginkan. sedangkan yang terpenting adalah kemauan dari sang anak yang didukung orang tua yang mau menerima dan memotivasi anak itu sekalipun ia buruk dalam prestasi.

ditambah lagi dengan keadaan pendidikan yang seperti ini dimana kami harus bergumul dengan uang jika mau nilai, saatlah tak masuk akal! apalagi saya ada difakultas hukum. bagaimana kami para mahasiswa hukum bisa menegakan hukum apabila dari dasar pun kami sudah diajari takut pada ketakutan, tunduk pada uang dan menjalankan praktek KKN.

bagi siapapun anda yang membaca tolong, katakan pada para orang tua, tolong terima kami ank-anknya dengan segala kekurangan ataupun kesalahan kami, kami masih berproses. jangan orang tua buat layu tanaman yang sedang berkembang seperti kami ini. dan buat para dosen, dimana pun anda mengajar saya ingin anda berfikir bagaimana anda bisa ceramah ataupun menasehati mahasiswa apabila tingkah anda seperti ini. tolong jangan rusak kami dengan nafsu anda untuk membahagiakan keluarga anda !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar