Jumat, 28 Juni 2013

Surat Vicum et Respectum hidup

RUMAH SAKIT ABDUL MUTHALIB

BAGIAN/SMF/INSTALASI KEDOKTERAN FORENSIK

Telp  : 227912 – 227915 Ext. 111
 


PROJUSTITIA

VISUM ET REPERTUM
NO: KF 317/VR/V/2007

Berhubung dengan surat Saudara:………………………., NRP: enam dua nol lima nol tujuh dua satu, Nomor Polisi B garis miring sembilan puluh garis miring delapan romawi garis miring dua ribu enam garis miring Polsek, satu Januari dua ribu tiga belas, maka kami yang bertanda tangan di bawah ini dokter SINTA SEPTIANA, DFM, Sp.F, dokter pemerintah pada Bagian Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit Abdul Muthalib, Lampung menerangkan bahwa kami pada tanggal satu Januati dua ribu tiga belas pukul dua puluh satu malam dini hari Waktu Indonesia Bagian Barat telah melakukan pemeriksaan terhadap korban dengan nomor rekam medis nol satu nol enam lima dua nol nol yang berdasarkan surat tersebut........................................................................

            Nama                           :
Jenis kelamin               :
            Umur                           :
            Kewarganegaraan       : Indonesia
            Pekerjaan                     :
            Agama                         :
            Alamat                                    :
Pada pemeriksaan ditemukan:
a.       Perempuan tersebut adalah seorang remaja dengan kesadaran baik, emosi tenang, rambut acak-acak, penampilan berantakan, sikap selama pemeriksaan membantu.
b.      Pakaian berantakan, dengan robekan.
c.       Keadaan umum jasmaniah kurang baik, tekanan darah seratus  per tujuh puluh milimeter air raksa, denyut nadi seratus sepuluh delapan kali per menit, pernapasan dua puluh tujuh kali per menit.
d.      Luka-luka : vulnus Iaseratum yaitu luka robek dibagian kepala sepanjang 10cm yang terjadi akibat kekerasan tumpul yang kuat sehingga melampaui elastisitas kulit atau otot. Perdarahan epidural sering pada kekerasan tumpul pada daerah pelipis dan belakang kepala akibat garis patah melewati sulkus a. meningea. Sehingga mengakibatkan gegar otak.

KESIMPULAN
Ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban.  Sebagaimana terdapat luka robek sepanjang 10 cm di kepala korban, sehingga menyebabkan pendarahan epidural dan gegar otak.

Demikian Visum et Repertum ini saya buat dengan sebenar-benarnya dengan mengingat sumpah jabatan berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana.


                                                                      Bandar Lampung, satu Januari dua ribu tiga belas
                                                                                                        Dokter Pemeriksa,             



                                                                                           dr. Sinta Septiana, DFM, Sp.F.                                                                                                 
                                                                                           NIP. 132 281 815          





Tidak ada komentar:

Posting Komentar