Mungkin kalau kamu tidak berada disamping saya dan terus menggenggam tangan saya entah apa jadinya saya tanpamu, Muhammad Ruhly Kesuma Dinata. disaat aku sedih tangan kamu selalu sedia dipipiku untuk bersiap menghapusnya, sedangkan air mat ini belum bergulir, disaat aku salah dan semua menghakimi kamu mendengarkan keluhanku dan menghiburku tanpa menjudgeku saat itu.
terkadang terpikir dan tersadar, kamu selalu bilang kalau saya tidak pernah mendengar kata-katamu, keras kepala, selalu egois, semaunya, dll. bahkan ketika kamu ingin curhat saya tak pernah mengeluarkan ekspresi apapun diwajah ini, bahkan untuk menghubungimu seperti sms sangat jarang, dan ketika kamu marah ataupun mencoba mengoreksi semua kesalahanku, saya selalu menghindar dengan semua alibi yang saya punya, lalu kata terakhir saya yang aku bilang "yaudah kalau kamu tidak bisa nerima saya untuk apa dipaksain mendingan bubar saja?" entah sudah berapa kali kata itu terlontar dari bibir yang tak indah ini.
dan lagi-lagi kamu merayuku, membujukku, merajukku untuk mendinginkan otakku. saya heran kenapa sih kamu gini banget sama saya yang gak banget? alasan kamu cuma satu dan yang hingga kini masih saya pikirin masa iya?? yaitu "karna saya sayang kamu,dek.. saya gak mau kamu ninggalin aku.." kalau kamu udah bilang gini, sudahlah pasti sekerasnya saya pasti akhirnya luluh juga, ibarat batu yang tekena tetesan air terus menerus pasti pecah juga.
entah sampai kapan kamu bakalan bertahan dengan kondisi saya yang seperti ini, hanya saja tetaplah bersama saya, tidak hanya disamping saya untuk mengandeng tanganku, juga dibelakang saya untuk menangkap saya apabila saya yerjatuh, serta didepan saya sebagai imam yang menuntunku menuju surga-Nya. itu harapan kecil dengan proses yang besar dan waktu yang panjang saya sayang kamu, semoga bisa lebih dari yang kamu tahu.. sayang :)
